time 11 months yang lalu di topik #Tips Dan Trik

Pengertian Dan Cara Kerja Electric Power Stering

Electric power stering merupakan fitur yang sudah ada dalam mobil keluaran terbaru,jika dahulu mobil menggunakan sistem stir yang manual stirnya lumayan berat apalagi jika mobil besar dan membawa beban seperti truk anda mungkin mengeluh karena stirnya berat sekali.setelah itu lahirlah power stering fitur ini akan membantu membelokan stir sehingga terasa tidak berat,power stering umumnya dibagi 2 yaitu power stering hidrolis dan juga electrik.

power stering hidrolis maupun electric punya kelebihan dan kekurangan masih masing namun semakin lama pabrikan lebih memilih power stering electric karena tidak mengebiri tenaga mesin mobil karena kinerja mesin mobil akan menjadi berat dan boros bahan bakar.

Pada power stering hidrolik masih memakai satu pompa power steering (biasa dipasang pada mesin) yang digerakan menggunakan satu belt.Untuk aliran miyak power steering dari pompa ke rack menggunakan selang power steering high preasurre dan selang balik power steering.selang ini sering bocor maka jika power stering anda bermasalah coba cek di selang ini.cara kerja power steering hidrolik  saat setir kemudi kita putar, menjadikan antara bobot kendaraan terjadi pergesekan ban pada jalan yang akhirnya menimbulkan torsion bar di dalam rotary valve menjadi membelok.

Electric power stering atau orang bengkel sering menyebut EPS akan otomatis hidup saat mobil menyala karena EPS bekerja dengan daya listrik bukan dengan tenaga mesin seperti hidrolis,jika EPS posisi hidup maka stir mobil lebih enteng jika mesin mobil mati EPS akan mati biasanya stir menjadi berat.

Nah, perangkat utama EPS yakni rack setir yang digunakan untuk memutar kemudi, lalu motor elektris dan ECU (Electronic Control Unit) khusus EPS. Nantinya, ECU ini yang akan berkordinasi dengan ECU utama mobil untuk mengambil data kecepatan dan lainnya.

Gunanya demi keamanan. Maksudnya, dalam kecepatan rendah setir harus dibuat seringan mungkin, sedangkan kecepatan tinggi justru dibuat lebih berat agar kemudi tak mudah berubah arah. Alhasil, energi listrik yang dibutuhkan EPS justru ada di putaran mesin rendah.

Cara kerjanya, torque sensor yang ada di kolom setir akan membaca putaran setir yang dilakukan pengemudi, lalu mengubahnya menjadi sinyal listrik. Lantas ECU akan memerintahkan sinyal ini untuk menggerakan motor listrik, menggunakan arus DC.

Nantinya, akan ada perangkat reduction mechanism yang akan mengurangi kecepatan motor listrik melalui penggunaan worm gear dan wheel gear, untuk memberikan respon kembali pada setir.Motor listrik ini punya trafo sendiri untuk membangkitkan listrik yang dibutuhkan. Kalau tegangan aki hanya sebesar 12 volt, maka motor listrik EPS bisa hingga 14 volt, dalam posisi bekerja penuh.
Nah, perintah utamanya hanya dari gerakan setir. Jadi, ketika setir berada dalam posisi lurus. Pastinya torque sensor tak akan membaca beban yang harus dikeluarkan. Motor listrik pun berhenti bekerja.

Electric power stering punya kelebihan tak perlu di cek oli seperti power stering hidrolis melainkan perilaku pengemudi juga harus berhati hati saat dijalan rusak jangan ngebut karena  electric power stering akan cepat rusak.

Incoming search terms:

  • cara kerja elektrik power steering berat
  • cara kerja stir manual
error: Content is protected !!